Tuesday, July 17, 2012

Pemimpin magetan rakus?

go to Magetan -Melihat Photo disamping aku jadi teringat sebentar lagi Pemilu di Kabupaten Magetan akan di gelar. Dan Photo di samping ini adalah gambaran calon pemimpin Kabupaten Magetan yang akan datang. Merekalah yang nantinya menetukan nasib Kabupaten Magetan tercinta ini, merekalah yang nantinya menduduki kantor bupati Kabupaten Magetan, merekalah nantinya yang menempat tinggali gedung DPRD Kabupaten Magetan, dan merekalah penentu nasib maju tidaknya Kabupaten Magetan. 

Mohon maaf, tulisan ini hanya sekedar renungan bagi kita semua sebagai warga negara Indonesia, khususnya warga magetan. 

Perhatikan gambar di samping kiri atas tersebut, betapa rakusnya dia, betapa lahapnya dia, betapa tidak pedulinya dia terhadap teman di sampingnya. Tahukah dia, bahwa di samping kirinya ada temannya (rakyatnya) yang sedang kelaparan, ingin mendapat pertolongan?, namun dia tetap asyik, dan lahap menikmati kenikmatan yang ia rasakan sendiri! padahal kenikmatan itu sebenarnya dia dapat dari rakyatnya sendiri?


Wahai saudaraku renungkanlah!

Semua orang bisa menjadi pemimpin. Namun, tidak semua orang mampu menjadi pemimpin yang adil. Namun saya selalu tetap berharap kita akan mendapatkan pemimpin yang adil, Karena pemimpin yang adillah yang akan mampu membawa kebaikan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Kita semua adalah pemimpin, setidak-tidaknya pemimpin bagi diri kita sendiri. Dan karena itu, suatu saat akan mempertanggung jawabkan kepemimpinan kita itu.

Terlebih lagi sebagai pemimpin negara, orang yang dipercaya memimpin rakyatnya, diharapkan mampu memenuhi keinginan rakyat tersebut. Keadilan merupakan harapan terbesar bagi rakyat sebuah negara. Sering pula, masalah keadilan menjadi batu sandungan bagi seorang menjadi pemimpin.

Rasulullah saw menyatakan bahwa ada tiga orang yang tidak ditolak do’anya, yaitu orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya (HR Ahmad dan Tirmidzi). Begitulah ketentuan Allah SWT bagi pemimpin yang adil. Do’a merupakan senjatanya umat manusia. Manusia yang tak mau berdo’a adalah manusia yang angkuh, sombong, serta balasannya tentu dosa.

Pemimpin magetan rakus? 

Untuk menjawabnya  perhatikan ciri-ciri ini:
Pertama. Menggunakan kekuasaannya untuk menindas orang-orang yang dipimpinnya. Banyak kejadian di dunia ini dimana pemimpinnya menjadikan rakyatnya sebagai budak. Rakyat dipaksa melakukan apapun yang diperintahkan oleh pemimpinnya demi kekuasaan, kekuatan, dan keserakahan pemimpinnya. Bagitu banyak rakyat yang terzhalimi hak-haknya hanya demi memenuhi ambisi pemimpinnya. Pemimpin yang seperti ini alih-alih membuat rakyatnya sejahtera, justru membawa penderitaan.

Kedua. Menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri, keluarga, atau orang lain yang ada hubungannya dengan diri pemimpin tersebut. Banyak yang setelah diangkat menjadi pemimpin, setelah memimpin justru sibuk memperkaya diri, keluarga, dan orang-orang terdekatnya. Ia lupa dengan kesejahteraan orang-orang yang dipimpinnya, yang memerlukan bantuan dari sang pemimpin. Kepemimpinan selalu bersama dengan kekuasaan. Dengan kekuasaan tersebut seorang pemimpin dapat melakukan apa saja. Ia dapat melakukan sesuatu yang akan membawa kebaikan bagi rakyatnya atau justru sebaliknya. Begitu banyak kenyataan didepan kita, bagaimana seorang pemimpin yang justru terjebak pada usaha memperkaya diri sendiri.

Ketiga. Menggunakan kekuasaannya untuk membuat aturan yang menguntungkan dirinya sendiri. Diantara pemimpin yang telah kita pilih, ada pemimpin yang mengatur sendiri aturan negara agar berpihak kepadanya. Peraturan perundang-undangan dibuat dan tafsir sesuai keinginannya. Pemimpin seperti ini justru akan membawa malapetaka bagi rakyatnya. Semua aturan harus disesuaikan dengan kepentingan sang pemimpin.

Keempat. Menggunakan hukum sebagai alat untuk menindas rakyatnya, bersiap-siaplah untuk menuju kehancuran. Hukum menjadi senjata untuk melanggengkan kekuasaan. Pemimpin seperti ini merupakan merupakan iblis atau setan yang siap menjerumuskan rakyatnya kejurang kehancuran, penderitaan, dan keterbelakangan.

Pemimpin magetan rakus? 

Nah anda bisa menjawab sendiri dengan memperhatikan dalam realita kehidupan di sekitar anda sehari-hari, dengan berpedoman ciri-ciri di atas! 

Kita tentu berharap bahwa pemimpin-pemimpin kita merupakan pemimpin yang adil. Kita juga berharap bawah selain do’anya orang yang berpuasa, do’anya orang yang teraniaya, do’anya para pemimpin akan dikabulkan oleh Allah SWT. Atau apakah belum adanya perubahan ke arah kemajuan yang kita cita-citakan selama ini karena beluma adanya pemimpin yang adil di negeri yang kita cintai ini ? Wallau ‘alam.

4 komentar:

wah ane setuju kang, semoga pemimpin asal Tulungagung maupun Magetan, tidak ada yang tamak

Lha harus dong, kan harapan mudah mudahan di ijabai gusti Allah yo Mbah Dukun. Trims atas kunjungannya, tradisi kopi cethe Tulungagung masih ada yang meneruskan mbah dukun?

Astaghfirullah.. bener2 mengerikan yah mas jika pemimpin seperti itu..
semoga apa yang kita harapkan dapat terwujud yakni berharap ada pemimpin yang kita harapkan.. aamiin..
terima kasih renungannya..
i like it mas..

Amin, paling tidak da harapan, mudah-mudahan di ijabahi Allah.

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More