Friday, August 3, 2012

Simaan Al Qur'an di Pendopo Surya Graha Magetan

go to Magetan - Wah pagi ini ane ikutan Simaan  (Mendengarkan dan menyimak) Al Qur'an Di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan yang di baca para Hafiz dan Hafizoh. Bacaan Alqur'annya di dengar terasa indah, dan merdu sekali, membuat hatiku berdebar-debar.

Acara ini di selenggarakan Pemerintahan Kabupaten Magetan dalam rangka menyambut 17 Ramadhan 1433 H. "Wah seandainya para pengawai pemerintahan itu banyak yang menghafal Al Qur'an??!" hehe... jadi nglantur pikiranku.


Ane seneng sekali sob, kalau bisa mendengarkan orang membaca Al Qur'an, apalagi membacanya, cuman nih Bacaan Al Qur'an yang dibaca Para Hafiz dan Hafizoh di Pendopo Surya Graha itu terlalu cepat bagiku, maklumlah jarang-jarang membacanya!

Simaan Al Qur'an di Pendopo Surya Graha Magetan ini di ikuti oleh pegawai pemerintahan, dinas-dinas, dan termasuk para pelajar di Kabupaten Magetan.

Oh ya sob, ngomongin Baca qur'an meskipun hanya dengan membaca dan mendengarkannya dengan tanpa memahami ma'nanya tetap mendapatkan pahala. Kata guru ane membaca al-Qur'an juga termasuk zikir qauli, yaitu zikir menggunakan mulut kita. Dalam sebuah hadist Rasulullah s.a.w. bersabda "Perumpamaan seorang mu'min yang membaca al-Qur'an seperti buah "utrujah", baunya harum dan rasanya manis. Perumpamaan seorang mu'min yang tidak membaca al-Qur'an adalah seperti buah kurma, tidak mempunyai aroma namun rasanya manis. Perumpamaan seorang munafiq yang membaca al-Qur'an adalah buah "raihanah" aromanya harum namun rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al-Qur'an adalah buah "handlalah" tidak mempunyai aroma dan rasanya pahit" (H.R. Buhkari Muslim). Kita juga dianjurkan membaca al-Qur'an hingga khatam (dari awal sampai akhir).

Ibnu Umar pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. "Berapa kali saya harus menghatamkan al-Qur'an?" Rasulullah menjawab "Khatamkanlah dalam satu bulan". "Saya bisa lebih cepat dari itu" kata Ibnu Umar. "Kalau begitu setiap dua puluh hari", jawab Rasulullah. "Saya masih bisa lebih cepat dari itu", tambah Ibnu Umar. "Kalau begitu dalam lima belas hari" lalu "Sepuluh hari". "Saya masih lebih cepat dari itu", kata Ibnu Umar. "Kalau begitu lima hari", lalu Rasulullah tidak melanjutkan lagi. (H.R. Tirmidzi).

Rasullah juga gemar mendengarkan al-Qur'an dan sering matanya berlinang ketika mendengarkan lantunan ayat-ayat al-Qur'an. Ibnu Umar bercerita suatu hari Rasulullah memintaku membaca al-Qur'an untuk beliau "Ibnu Umar bacalah sesuatu dari al-Qur'an untukku", lalu aku baca surah al-Nisa hingga ayat (41, artinya) "Maka bagaimanakah apabila Kami datangkan seorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami datangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka atas mereka itu sebagai umatmu". Aku melihat kedua mata beliau basah meneteskan air mata. (H.R. Bukhari).

Demikian juga Rasulullah sering membaca al-Qur'an dengan mentafakkuri dan memahami arti dan makna kandungannya. Di sini Rasulullah dalam sebuah hadist mengisyaratkan bahwa mereka yang membaca al-Qur'an hingga khatam selama kurang dari tiga hari termasuk orang yang kurang faqih" (H.R. ABu Dawud dll). Ini merupakan anjuran bahwa dalam membaca al-Qur'an selayaknya tidak terlalu cepat dan lebih menekankan kepada tadabbur dan tafakkur pada isi dan makna ayat-ayatnya.

Bertadarus al-Qur'an selama bulan Ramadhan termasuk kebisaan yang dilakukan Rasulullah s.a.w. Riwayat Ibnu Abbas menjelaskan bahwa "Rasullah adalah orang yang paling dermawan, kedermawaan beliau meningkat pada bulan Ramadhan, yaitu ketika didatangi Jibril setiap malam Ramadhan, ia bertadarus al-Qur'an dengan Rasulullah. (H.R. Bukhari Muslim).

Jadi kesimpulannya, baik membaca, mendengarkan dan memahami al-Qur'an pada bulan Ramadhan sangat dianjurkan. Yang lebih utama tentu membaca sambil memahami maknanya. Namun membaca atau mendengarkan al-Qur'an dengan tanpa memahami maknanya pun tetap merupakan ibadah yang mendapatkan pahala. Cahaya yang dibawa al-Qur'an akan senantiasa menerangi hati kita manakala kita rajin membacanya, mendengarnya dan ditambah lagi mau mempelajari kandungannya.

0 komentar:

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More