Friday, August 24, 2012

Sudah hilangkah rasa kasih sayang kita?

Kasih Sayang
go to Magetan - Melihat gambar di samping hatiku merasa damai, tenang, dan senang. Di benakku aku berkata " Waktu aku kecil aku tak punya apa-apa, tapi dimana saja aku bermain dan senang,  waktu aku masih kecil suka bermain bersama, saling bercanda, dan saling menjaga, waktu aku masih kecil bersama teman-temanku berenang di sungai, memancing dan mencari ikan bersama-sama senang rasanya, waktu aku masih kecil, aku suka mengajak teman-temanku pada malam minggu berkumpul mencari ikan di sungai dan memasak bersama, wah hidup jadi menyenangkan!". Semuanya dilakukan dengan kerelaan dan ketulusan hati, serta kasih sayang yang mendalam. Kegiatan itu semua sangat sulit ku dapatkan sekarang.

Oh ya sob klo melihat realita sekarang Akhir-akhir ini banyak fenomena yang terjadi dalam masyarakat muslim yang berkenaan dengan masalah kasih sayang, seakan kasih sayang adalah sesuatu yang mahal, yang mulai terkikis oleh derasnya arus perbedaan, sehingga rasa kasih sayang sedikit demi sedikit mulai luntur dari hati manusia.

Sudah hilangkah rasa kasih sayang kita?...

Seorang Muslim yang benar-benar memahami hukum-hukum agamanya yang penuh toleransi akan bersifat penyayang, dari hatinya terpancar mata air rahmat dan kelembutan lantaran dia tahu bahwa rahmat kasih sayang yang disebarkan kepada orang lain menjadi penyebab dirinya memperoleh rahmat kasih sayang dari Allah Azza wa Jalla dan dari penghuni langit. dan orang yang tidak mau memberikan kasih sayang kepada orang lain, tidak akan pernah mendapatkan rahmat kasih sayang dari-Nya, rahmat Allah hanya akan akan tertutup bagi mereka yang termasuk golongan orang-orang yang merugi seperti yang dijelaskan dalam hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berikut ini:

“Sayangilah makhluk yang di bumi, maka Dzat yang ada di langit akan menyayangimu” (HR. Imam Thabrani)
“ Barang siapa yang tidak menyayangi orang lain, maka Allah tidak akan menyayanginya” (HR. Imam Thabrani)
"Sifat penyayang tidak akan dicabut kecuali dari orang-orang yang celaka” (HR Bukhari)
Sudah hilangkah rasa kasih sayang kita?...

Bahkan sob kata guru agamaku rahmat kasih sayang yang dimiliki orang muslim ini tidak hanya terbatas pada dirinya, keluarga, anak-anak, kaum kerabat serta teman-temannya, tetapi juga menyangkut seluruh umat manusia secara keseluruhan, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah menjadikan kasih sayang sebagai salah satu syarat iman:
“Kalian tidak akan beriman sehingga kalian menyayangi, Para sahabatpun bertanya, Wahai Rasulullah, secara keseluruhan kami ini penyayang. “Belliau menjawab, “kasih sayang bukan kepada teman saja tetapi kepada manusia seluruhnya” (HR. Imam Thabrani)

Kasih sayang ini bersifat umum, rahmat yang menyentuh umat manusia, yang disebarluaskan Islam kedalam hati setiap orang muslim. yang dijadikan oleh Islam sebagai karakteristiknya, agar seluruh manusia benar-benar saling menyayangi, diwarnai dengan cinta yang murni, nasihat yang tulus dan kelemah lembutan yang mendalam.
Katanya guru agamaku nih, Rasulullah 
Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah teladan dalam hal kasih sayang yang murni, bahkan apabila mendengar tangisan bayi saat beliau mengimami shalat maka beliau memendekkan shalatnya sebagai penghormatan kasih sayang ibunya yang ikut shalat

Dari Anas ra, Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya aku hendak mengerjakan shalat dan berniat memanjangkan bacaan, lalu aku mendengar tangisan anak kecil, maka aku pendekkan shalatku itu karena saya tahu betapa gelisahnya perasaan ibunya akan tangisan anaknya itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallau Alaihi wa Sallam pernah mencium Hasan bin Ali ra. sedang disamping beliau ada Aqra bin Habis At-Tamimi, lalu Aqra’ berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh anak, tapi tak satupun yang peernah aku cium” Rasulullah Shallallau Alaihi wa Sallam melihatnya seraya berkata, “Barang siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi,” (HR Bukhari dan Muslim)

Pernah denger cerita Umar bin Khattab hendak mengangkat pemimpin sob?, pada saat Umar bin Khattab ra hendak mengangkat seseorang jadi pemimpin bagi kaum muslimin, beliau mendengar ucapan Aqra’ yang berkata, “Sesungguhnya dia tidak pernah mencium anaknya.” Lalu Umar pun membatalkan pengangkatannya seraya berkata, “Jika dirimu tidak menyayangi anak-anakmu, lalu bagaimana mungkin kamu akan menyayangi orang lain?, Demi Allah aku tidak akan mengangkatmu menjadi pemimpin," seraya merobek buku pengangkatan yang sudah disiapkan.

Kasih sayang Rasulullah Shallallau Alaihi wa Sallam telah meluas keseluruh jiwa kaum muslimin dan muslimat, dimana beliau tidak hanya membatasi kasih sayang hanya pada manusia saja, tetapi juga mencakup kasih sayang kepada binatang, seperti yang dikisahkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda:
"Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidah tanda kehausan. Dia berkata, 'Anjing ini kehausan seperti diriku.' Maka dia mengisi terumpahnya dengan air, kemudian air itu diberikannya kepada anjing itu sampai kenyang. Allah mensyukurinyaa dan mengampuninya." Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala atas kasih sayang yang diberikan kepada binatang?" Beliau menjawab, "Pada setiap hati yang basah terdapat pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari beberapa contoh cerita diatas Rasulullah 
Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu menanamkan pada diri kaum muslim suatu rasa kasih sayang yang mendalam, kepada sesama manusia, kepada alam maupun kepada binatang sekalipun, maka apabila manusia mempunyai rasa kasih sayang kepada binatang maka dia akan mempunyai kasih sayang yang lebih kepada sesama manusia. Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam adalah symbol kasih sayang dan perdamaian bagi umat manusia, maka tidak ada alasan bagi kita tidak meneladaninya. Ingatlah pesan perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  :
“Sayangilah orang yang ada di bumi ini, niscaya engkau akan diberikan rahmat kasih sayang dari langit (Allah),” (HR Imam Thabrani)

Sudah hilangkah rasa kasih sayang kita?
Bagaimana dengan kita yang mengaku sebagai umat Rasulullah..?

1 komentar:

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More