Sunday, October 7, 2012

Cita-citaku Menjadi tukang Sampah

Kabupaten Magetan - Postingan Kabupaten Magetan (dot) com  hari hari ini adalah Cita-citaku Menjadi Tukang Sampah .Magetan di pagi hari ini aku melewati salah satu tempat pembuangan sampah di depan SMAN 1 Magetan. Tanpa sengaja mataku tertuju kepada seorang laki-laki di dalam tempat pembuangan sampah tersebut. Akupun tertegun dan teringat akan masa laluku.
Cita-citaku Menjadi tukang Sampah

Waktu aku duduk di sekolah dasar, aku punya teman yang punya cita-cita menjadi tukang sampah, dan dia pun di marahi oleh guru kami, karena melontarkan cita-citanya yaitu menjadi tukang sampah. Waktu itu aku merasa bingung kenapa cita-cita menjadi tukang sampah di larang oleh guruku?, padahal waktu itu di dalam benakku ada cita-cita yang terlintas dan akhirnya tidak berani dan urung aku ungkapkan, yaitu: berkeliling dunia dengan naik sepeda, aku ingin menjadi tukang bakso, aku kepingin menjadi pelukis terkenal, aku ingin menjadi tukang pos, aku kepingin menjadi satpam,aku kepingin menjadi tukang sampah, aku ingin menjadi superman, aku ingin menjadi batman, aku kepingin menjadi pembuat robot dan aku kepingin menjadi tukang minyak. 
Cita-citaku itu muncul terbatas dari apa yang aku lihat dan dengarkan, karena memang aku baru melihat luasnya dunia itu sebatas informasi yang aku dapat dari interaksi sehari-hari.

Apakah ada yang salah dengan keinginan untuk menjadi sesuatu? 
Apakah tidak boleh mempunyai cita menjadi tukah sampah?
Apakah pekerjaan tukang sampah itu di larang agama atau negara?
Apakah pekerjaan tukang sampah itu kotor?
Kenapa banyak orang mengatakan tukang sampah itu pekerjaan hina?
Untuk apa sekolah tinggi-tinggi hanya untuk menjadi tukang sampah?
Apakah kita membutuhkan tukang sampah?
Kalau tidak membutuhkan tukang sampah,siapa nantinya yang akan membersihkan sampah di dunia ini?

Pertanyaan itu terus menghantui benakku, waktu aku SMP, SMA, kuliah, dan bahkan bekerja sekarang ini. Pada waktu sekolah setingkat SMP tepatnya MTsN di takeran , aku kepingin menjadi tukang penthol, karena memang aku tergila-gila dengan penthol yang rasanya enak yang di jual di sekolahku, dan cita-cita itupun kandas karena takut melakukannya. Aku merasa terhina kalau aku berjualan penthol! entahlah dari mana datangnya pernyataan ini sehingga berada kuat di dalam benakku!.

Waktu aku sekolah setingkat SMA, aku punya cita-cita kepingin menjadi tukang minyak. Cita-cita ini muncul karena memang aku sering di mintai tolong ibuku membeli minyak untuk memasak sehari-hari, dan minyakpun sulit di cari dan terasa mahal bagiku. Karena itulah aku bercita-cita kepingin membuat minyak sendiri. Cita-cita itupun tak terlaksana karena, ras malu itu datang kembali. 

Waktu aku kuliah, aku punya cita-cita kepingin menjadi ahli komputer dan reparasi komputer. Cita-cita ini muncul karena aku bekerja pada salah satu rental komputer di sekitar kampusku tercinta STAIN Tulungagung.

Waktu hari ini aku merenung, dan merenung :
Kenapa ya dulu aku tidak sekolah di bidang teknik lingkungan agar aku bisa mendaur ulang sampah, kan sampah plastik sulit untuk di daur ulang, apa lagi sampah elektronik yang ditakutkan oleh semua negara maju dan itu lebih sulit untuk di daur ulang. Ayo warga Indonesia tunjukkan gigimu, siapa yang mengaku mampu bisa mendaur ulang sampah elektronik yang sekarang mulai menggunung di indonesia tercinta kita ini?!

Kenapa ya dulu aku tidak sekolah di pengolahan minyak, agar aku bisa mengolah minyak dari hasil bumi kita sendiri, agar minyak tidak menjadi mahal seperti sekarang ini, masak sih membeli minyak sendiri, harganya sama seperti membeli dengan harga pasar?! Ayo bangsa Indonesia masa mengolah minyak saja harus ke jepang! olah sendiri dong! Ngomong-ngomong apa tidak ada ya warga indonesia ini yang bisa mengolah minyak sendiri?!

Kenapa ya dulu aku tidak sekolah di bidang saint dan teknologi, agar aku bisa membuat teknologi baru, membuat OS, membuat program, dsb, agar aku bisa menciptakan teknologi yang memudahkan bangsa indonesia ini, sehingga indonesia menjadi maju, mudah, nyaman, tentram, cepat, tepat dalam segala hal. Masak sih membuat OS saja indonesia tidak bisa, pada pergi kemana sih ahli-ahli IT  bangsa indonesia ini? masa tidak berani pindah ke open source.

Kenapa pendidikan indonesia ini membingungkan dengan harus menyamakan cita-cita orang indonesia? Kenapa ya harus ada Ujian Negara segala yang menghabiskan banyak uang kas negara, dan melibatkan polisi dan badan independen segala, dan mungkin akan melibatkan densus 88 karena diduga ada yang melakukan praktek kecurangan! apa tidak punya pekerjaan lain?

Apa pendidikan indonesia ini tidak bisa di rumuskan dengan kesederhanaan? maksudnya berilah informasi anak didik dengan segala informasi pekerjaan yang telah ada dan yang bisa mengasilkan uang di dunia ini, dan rangsanglah anak didik tersebut sesuai dengan bakat dan minat yang telah ada terpendam di dalam diri masing-masing individu yang diberikan oleh Tuhan. dan jangan paksa mereka untuk menjadi bukan selain dirinya?

Aku adalah termasuk produk pendidikan masa lalu, dan anak didik sekarang adalah nantinya juga menjadi masa lalu di masa yang akan datang, dan aku mungkin salah satu korban kebingungan pendidikan indonesia, yang menanamkan bahwa pekerjaan itu ada yang mulia dan hina? Apakah tuhan pernah mengatakan seperti itu dalam buku petunjuk yang diberikan kepada ciptaannya? 

Apakah pekerjaan mulia itu harus Menjadi Polisi? 
Apakah pekerjaan mulia itu harus Menjadi TNI?
Apakah pekerjaan mulia itu harus Menjadi Dokter?
Apakah pekerjaan mulia itu harus Menjadi Guru?
Apakah pekerjaan mulia itu harus Menjadi Presiden?
Apakah pekerjaan mulia itu harus Menjadi Menteri?
Apakah pekerjaan mulia itu harus Menjadi DPR?
Apakah pekerjaan mulia itu harus Menjadi Pegawai?

Apakah menjadi tukang sampah itu bukan pekerjaan mulia?
Apakah menjadi tukang minyak itu bukan pekerjaan mulia?
Apakah menjadi tukang bakso itu bukan pekerjaan mulia?

2 komentar:

mainset salah yang diberikan oleh sistem pendidikan negeri ini.
coba lihat di jepang, semua pekerjaan sepertinya jadi mulia...bener ngga sih?

Bener dong sob! liohat siapa yang bilang dulu akang dari desa cilembu

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More