Saturday, October 13, 2012

Di Magetan Lalatpun ikut Rapat


Kabupaten Magetan - Hari ini saya posting tentang Di magetan Lalatpun ikut Rapat. kejadian ini dimulai ketika saya menghadiri acara Kopi darat (KOPDAR)  Blogger KOBAMATA SMAN 1 Magetan pada hari Sabtu, 13 Oktober 2012 di gazebo SMAN 1 Magetan.

Pertemuan rutin komunitas para bloger SMAN 1 Magetan ini di mulai dengan perkenalan dari anggota baru.Satu persatu para anggota komunitas memperkenalkan diri, termasuk saya.

Kemudian diteruskan dengan sharing kenapa ikut komunitas blogger, dan apa kendala atau kesulitan dalam menulis. Para anggota komunitas yang hadir rata-rata mengungkapkan kesulitannya adalah kesulitan dalam membagi waktu, dan inspirasi.

Nah sang suhu ahirnya pun menjelaskan, maksudnya nih Saudara Sagung W. Pemilih blog bianbiun.com, bahwa untuk ngeblog itu syaratnya harus suka nulis, karena kalau tidak suka nulis bagaimana haru mulai menulisnya?. Kalau kita suka nulis lanjutnya waktu itupun akan ada dan pasti kita luangkan.

Nah waktu itu mata saya tertuju kepada minuman kesayangan saya, "wah ada lalat di atas minuman saya!" guman hati saya. Saya jadi teringat pengalaman waktu kecil saya, waktu itu minuman saya kemasukan lalat, setelah itu saya minum, eh ternyata tak lama kemudian sakitperut saya, jadi ke dokter deh!hehe.

Sesampai di dokter saya di kasih tahu oleh dokternya," nak lain kali kalau minumannya kemasukan lalat,maka benamkannlah lalatnya kedalam minumannya baru kamu minum" kata bu dokter. "lha kenapa bu?!' aku bertanya dengan keheranan. Kata bu dokter "lalat itu menyebarkan penyakit, dan obatnya ada padanya juga!. wah masak sih?

Karena tertarik perkataannya dokter, aku mencari buku-buku tentang lalat dan yang kudapat pertama kali adalah buku agama islam entahlah aku lupa judulnya!. Disana di jelaskan bahwa Allah membuat sebuah perumpamaan yaitu seekor lalat.

lalat yang di dalam bahasa Arabnya, “adz-Dzubab” disinggung dalam satu ayat, yaitu ayat 73, surah al-Hajj. Allah subhanahu wata’aala berfirman:

“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS.al-Hajj: 73)

Ayat ini memperingatkan kita agar bertauhid kepada Allah Swt dan kecaman terhadap kesyirikan dan orang-orang Musyrik. Ini senada dengan pernyataan dalam tafsir Ibn Katsir rahimahullah yaitu ; dalam ayat ini Allah Swt mengingatkan betapa hina-dinanya berhala-berhala itu dan betapa piciknya akal para penyembahnya.Apa yang disembah orang-orang jahil dan musyrik itu diberi perumpamaan dengan sesuatu yang hina, yaitu seekor lalat. Bahwa sekalipun semua sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala dan patung-patung itu berkumpul untuk menciptakan seekor lalat saja, benda-benda mati itu tidak akan pernah mampu melakukannya. Padahal apalah arti seekor lalat; makhluk yang sangat hina dan jorok. Bahkan, jangankan menciptakan, bila ada seekor lalat merampas sesuatu dari tubuhnya, berhala-berhala itu tak mampu untuk melindungi diri sendiri. Jadi alangkah lemah dan hinanya berhala-berhala itu, bilamana seekor lalat yang dikenal lemah dan jorok justru lebih kuat darinya. Karena itu, keduanya sama-sama lemah, baik lalat maupun berhala-berhala itu.

Lalat juga banyak di sebutkan didalam hadis, di antara hadits-hadits itu adalah sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah  Saw bersabda,“Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar).” (HR. al-Bukhari)
dan hadits mengenai hal seperti ini cukup banyak dan dipaparkan dengan redaksi yang hampir mirip.

Sekarang  tampak jelaslah kebenaran hadits Nabi Saw tentang lalat. Dalam hal ini, dunia kedokteran berhasil membuktikan keilmiahan ucapan Rasulullah Saw itu.
Prof.DR.Amin Ridha menjelaskan beberapa poin tentang kenyataan tersebut, di antaranya, “… Ketiga, tidak benar kalau dikatakan bahwa dunia kedokteran belum pernah mengadakan pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan lalat. Lalat pernah digunakan sebagai obat bagi penyakit borok menahun dan paru (Frambosia Tropica), yang terjadi pada 30 tahun pertama abad ke-20, sebelum struktur kimia sulfa ditemukan.

Untuk keperluan pengobatan itu, lalat dipelihara secara khusus. Penemuan membuktikan bahwa lalat mengandung virus pembunuh kuman (bakterial). Dari penelitian itu ditemukan, bahwa lalat di samping membawa kuman-kuman penyakit, ia juga membawa bakterial yang membunuh kuman-kuman. Penelitian ini terhenti karena di saat yang bersamaan, ditemukan struktur kimia sulfa.

Hadits hadist tentang lalat menginformasikan adanya sejenis racun pada lalat. Kenyataan ini baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern dua abad belakangan. Sebelumnya, bisa jadi orang tidak mempercayai kebenaran hadits tentang lalat ini. Jika sudah ditemukan bahwa lalat selain membawa penyakit, ia juga mengandung bakterial pembunuh kuman, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui bahwa:
  • Tidak benar, kuman yang terbawa  lalat itu berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit.
  • Tidak benar, banyaknya kuman yang dibawa oleh lalat cukup untuk menimbulkan penyakit bagi orang yang menelan kuman itu.
  • Tidak benar, tubuh manusia dapat terhindar sama sekali dari semua kuman berbahaya. Kalau seandainya begitu, justru itulah yang sangat berbahaya bagi manusia. Sebab jika tubuh manusia berulang-ulang kemasukan kuman yang berbahaya dalam jumlah sedikit, maka kuman akan menjadi daya tahan terhadap kuman-kuman sejenisnya. 


Hadits-hadist tersebut memberikan informasi penting adanya kuman pada lalat, yang berlawanan dengan racun yang dibawanya. Ini membuktikan bahwa bakteri, virus dan kuman sejenisnya saling berperang dan saling mematikan; yang satu membunuh yang lain dengan jalan mengeluarkan zat beracun. 

Lalu zat beracun ini yang kemudian digunakan sebagai bahan pengobatan yang lazim disebut antibiotika, seperti: Penicilin dan Cloromicitin. Dan ini bukan saja ada pada lalat, hampir semua binatang berbisa ternyata bisanya itu malah menjadi penyembuh, jika dijadikan sebagai obat. Segala sesuatu yang belum ditemukan dan belum diteliti oleh ilmu pengetahuan jangan diramalkan. Tetapi penelitian harus dilakukan selengkap dan sesempurna mungkin dan tidak boleh dihentikan. Oleh karena itu, merupakan tindakan yang salah jika tergesa-gesa menilai ketidakrasionalan hadits tentang lalat ini tanpa bukti dari hasil penelitian ilmiah modern.”

Anda perlu tahu, lalat hinggap pada barang-barang yang dipenuhi kuman-kuman, yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Sebagian kuman itu berpindah ke organ tubuh lalat, dan sebagian lainnya dimakan. Dari kuman-kuman ini terbentuk unsur toxine di dalam tubuhnya, yang menurut istilah medis disebut antibakteria. Dialah yang bertugas membunuh berbagai kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini tidak mungkin bertahan hidup atau mempengaruhi tubuh manusia, selagi masih ada antibakteria, khususnya pada salah satu sayap lalat.

Karena itu ,jika ada lalat yang jatuh pada makanan atau minuman, lalu kuman yang menempel pada sebagian organ tubuhnya berpindah ke makanan atau minuman, maka antibakteria yang juga dibawa lalat pada salah satu sayapnya akan bekerja membunuh kuman. Bila di sana ada penyakit, maka obatnya juga tidak akan jauh dari penyakit itu. 

Oh iya baru sadar, sekarang bagian saya memberi saran dan masukan. Untuk ngeblog selain harus suka nulis,menyempatkan waktu, ada yang lain kok,yaitu: Mau berbagi, karena berbagi itu tidak rugi dan berbagi itu sangat menyenangkan. 

Untuk menulis jangan sekali-kali menilai atau menganggap tulisan kita sendiri tidak penting, biarlah mereka yang menilai, tanyakan pada para pembaca apakah tulisan kita baik dan benar.

Satu lagi menurut saya penting adalah menulislah sesuai hati kita,apa yang kita lihat, kita rasa, kita dengar,dan kitapegang adalah sumber inspirasi kita,maka jangan hawatir akan kehabisan ide untukmenulis.

Eh ngomong-ngomong ahirnya sang lalat pun, terjun bebas ke dalam minuman saya, "jangan di minum,ada lalatnya!" itu kata anggota yang duduk di samping saya. Sayapun menjawab dengan ringan : "karena keasyikan mendengarkan rapat lalatnya kepleset! di Magetan lalatpun ikut rapat!. hehe

Happy blogging dan semangat para blogger







1 komentar:

wah baru tau neh mas bro...bermanfaat sekali

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More