Friday, October 5, 2012

Empat Pejabat Magetan Dijebloskan ke Rutan

Kabupaten Magetan - Berita terhangat Magetan, Empat Pejabat Magetan Dijebloskan ke Rutan.


Gbr: navilink47.multiply.com
Kejaksaan Negeri Magetan, Jawa Timur, Kamis (4/10/2012), menahan empat pejabat setempat yang diduga terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk Kawasan Industri Rokok (KIR) Magetan tahun 2010.

Mereka yang dijebloskan ke Rutan terdiri dari Asisten I Sekdakab Magetan Soewadji, Kepala Bagian Pemerintahan Desa Kabupaten Magetan Eko Muryanto, Kasi Industri Logam dan Pangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan Awang Rifaini Rudin, dan Staf Ahli Bupati Magetan Bidang Ekonomi Venly Tomy Nicolas.


Perbuatan para pejabat tersebut dinilai melanggar pasal 2, 3 dan 8 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Keempatnya ditahan selama 20 hari ke depan dan bisa ditambah sesuai kebutuhan proses hukum.

"Kami bergerak cepat dalam kasus ini. Baru sekitar tiga pekan lalu saya buatkan Surat Perintah Penyelidikannya untuk pengembangan dugaan kasus korupsi pengadaan tanah KIR di Polres Magetan atas tersangka Camat Bendo Wiji Suharto," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Magetan Herdwi Witanto kepada wartawan.

Dari situ, stafnya langsung bergerak dan menemukan sejumlah bukti awal yang mengarah pada empat pejabat tersebut. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka terkait bukti yang cukup atas keterlibatan mereka saat pembebasan tanah untuk KIR.

"Mereka langsung ditahan agar tidak melakukan hal-hal seperti melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya. Sebelum ditahan, keempatnya menjalani tes kesehatan dahulu," jelas Herdwi.

Kasi Pidana Khusus Kejari Magetan Iwan Winarso, menambahkan, dalam kasus pengadaan tanah untuk KIR ini, negara dirugikan hingga Rp934 juta.

Kerugian berasal dari biaya untuk pembelian tanah yang ternyata merupakan tanah kas desa namun diakui sebagai tanah milik pribadi para perangkat pemerintahan yang telah lebih dulu dijadikan tersangka oleh Polres Magetan.

Mereka adalah Camat Bendo Wiji Suharto, Kepala Desa Bendo Supadi (almarhum), dan Yudi Hartono yang merupakan adik Camat Bendo yang berprofesi sebagai PNS di Pemkab Ponorogo.

Dana untuk pembelian tanah sebesar Rp1,18 miliar termasuk pengeluaran untuk ATK dan lain-lain. Sementara, dana yang dibayar negara untuk membeli tanahnya sendiri adalah Rp934 juta. Sehingga total biaya proyek KIR mencapai Rp2,3 miliar.

Herdwi menambahkan, kasus ini akan terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Dalam pembebasan lahan itu ada tim yang dinamakan Tim 9 yang dipimpim Sekdakab Magetan, Abdul Aziz.

"Dalam tim itu, semua memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sejauh mana mereka terlibat dalam kasus ini masih didalami," ungkap Kajari. (ans/aef). Sumber: Berita8 dotcom

Ya semoga aparat penegak tidak salah tangkap, dan jikalau memang benar semoga hukumannya setimpal. Mudah-mudahan magetan selalu terbebas dari perilaku korupsi

2 komentar:

Wah,mantap,ayo jangan pilih2!!!,jadilah orang yang adil,jujur dan amanat :D

Percayakan dan percayalah, masih ada orang yang jujur di dalam bangsa Indonesia ini.

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More