Thursday, November 22, 2012

apakah guru di indonesia ini dapat Digugu dan di tiru?

Kabupaten Magetan - Hari - Masih ingatkah 25 November adalah Hari Guru Nasional dan  diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Maka postingan kali ini adalah apakah guru di indonesia ini dapat Digugu dan di tiru?

Hari Guru Nasional bukanmenjadi  hari libur resmi, dan hanya dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. 

Nah sob ingat tidak Guru di Indonesia ini dianggap dan di sebut sebagai pahlawan tanda tanda jasa, maksudnya mereka para guru ini adalah pahlawan yang menyiapkan dan menyelamatkan anak bangsa melalui pendidikan dan pembelajaran dan tidak dihargai dengan uang, eh salah maksudnya tidak dapat di hargai dengan uang dan tanda jasa, karena saking mulianya.

Perlu diketahui asal kata Guru ini berasal dari bahasa Sansekerta गुरू guru yang juga berarti guru,tapi arti arafiahnya adalah “berat”, jadi Guru adalah seorang pengajar yang mengajarkan suatu ilmu . Menurut bahasa Indonesia , guru umumnya diartikan sebagai pendidik, yaitu pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Di Indonesia pada umumnya Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini (PAUD) jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Adapun guru-guru semacam ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal, maksudnya seorang guru bisa dan dibolehkan mendidik harus mempunyai sertifikat kecakapan untuk mendidik. Namun guru di dalam definisi yang lebih luas adalah setiap orang atau siapa saja yang dapat mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Di dunia ada beberapa istilah yang juga menggambarkan peran guru, antara lain: Dosen , Mentor, Tutor,

Guru menurut agama Hindu , guru adalah merupakan suatu simbol bagi tempat suci yang berisi ilmu (vidya) dan juga pembagi ilmu. Seorang guru adalah pemandu spiritual/kejiwaan murid-muridnya.

Guru menurut agama Buddha , guru diartikan sebagai orang yang menuntun muridnya dalam jalan menuju kebenaran, adapun murid dari seorang guru memandang gurunya sebagai jelmaan Buddha atau Bodhisattva .

Guru menurut agama Sikh , guru diartikan sama dengan agama Hindu dan Buddha, namun posisinya lebih penting lagi, karena salah satu inti ajaran agama Sikh adalah kepercayaan terhadap ajaran Sepuluh Guru Sikh. Hanya ada sepuluh Guru dalam agama Sikh, dan Guru pertama, Guru Nanak Dev , adalah pendiri agama ini.

Guru menurut agama Islam sering disebut dengan murabbi, mu’allim, mu’addib, mudarris, dan mursyid. Pengertian dari murabbi, mu’allim, mu’addib, mudarris, dan mursyid adalah:

Murabbi adalah orang yang mendidik dan menyiapkan peserta didik agar mampu berkreasi serta mampu mengatur dan memelihara hasil kreasinya untuk tidak menimbulkan malapetaka bagi dirinya, masyarakat dan alam sekitarnya.

Mu’allim adalah orang yang menguasai ilmu dan mampu mengembangkannya sertamenjelaskan fungsinya dalam kehidupan, menjelaskan dimensi teoritis dan praktisnya, sekaligus melakukan transfer ilmu pengetahuan, internalisasi serta implementasi.

Mu’addib adalah orang yang mampu menyiapkan peserta didik untuk bertanggungjawab dalam membangun peradaban yang berkualitas di masa depan.

Mudarris adalah orang yang memiliki kepekaan intelektual dan informasi serta memperbaharui pengetahuan dan keahliannya secara berkelanjutan, dan berusaha mencerdaskan peserta didiknya, memberantas kebodohan mereka, serta melatih keterampilan sesuai dengan bakat , minat dan kemampuannya.

Mursyid adalah orang yang mampu menjadi model atau sentral identifikasi diri atau menjadi pusat anutan, teladan dan konsultan bagi peserta didiknya.

Wah ane jadi teringat kata guru saya beliau menuturkan bahwa al-Ghazali berpendapat, tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan, menyucikan, serta membawakan hati manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena tujuan pendidikan Islam yang utama adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Beliau juga menuturkan di dalam paradigma Jawa , kata pendidik diidentikan dengan (gu dan ru) yang berarti“digugu dan ditiru”. Maksud digugu (dipercaya) itu karena guru mempunyai seperangkat ilmu yang memadai, dan memiliki wawasan dan pandangan yang luas dalam melihat kehidupan ini. Dikatakan ditiru (di ikuti) karena guru mempunyai kepribadian yang utuh, yang karenanya segala tindak tanduknya patut dijadikan panutan dan suri tauladan oleh peserta didiknya.

Nah dari penjelasan arti di atas dapat di simpulkan bawa seorang pendidik (Guru) bukan hanya bertugas memindahkan atau mentrasfer ilmunya kepada orang lain atau kepada anak didiknya,tetapi pendidik (Guru) juga bertanggung jawab atas pengelolaan, pengarah fasilitator dan perencanaan, maka fungsi dan tugas pendidik (Guru) dalam pendidikan dapat disimpulkan menjadi tiga, yaitu:


  1. Sebagai instruksional (pengajar), yang bertugas merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun serta mengakhiri dengan pelaksanaan penilaian setelah program dilakukan.
  2. Sebagai educator (pendidik), yang mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan dan berkepribadian Baik seiring dengan tujuan Tuhan menciptakannya.
  3. Sebagai managerial (pemimpin), yang memimpin, mengendalikan kepada diri sendiri, peserta didik dan masyarakat yang terkait, terhadap berbagai masalah yang menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan dan partisipasi atas program pendidikan yang dilakukan.


Nah menurut anda apakah guru di indonesia ini dapat Digugu dan di tiru?

Selamat Hari Guru Nasional

4 komentar:

mugo mugo wae saget mas, seng apik2 di tiru lan seng olo di sisehno.

Guru memang 'digugu' & 'ditiru'. Semoga kapasitas para guru di Indonesia semakin meningkat. Semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. Mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap anak didiknya. Membangun komunikasi yang intens dengan muridnya. Menjadi tauladan bagi orang disekitarnya.

Selamat Hari guru, semoga guru Indonesia semakin profesional

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More