Thursday, November 15, 2012

Benarkah Nasib Magetan tergantung Roti Bolu?

Kabupaten Magetan - Postingan kali ini adalah Benarkah Nasib Magetan tergantung Roti Bolu?

Magetan Rabu 14 November 2012 ane bersama ribuan warga Kabupaten Magetan berebut roti bolu rahayu yang diyakini membawa berkah, pada perayaan tradisi Ledug Suro guna menyambut tahun baru Islam 1 Muharam atau 1 Suro, di alun-alun Magetan.

Roti Bolu Rahayu berbentuk Lesung
Acara Rebutan berkah roti bolu rahayu ini merupakan puncak acara dari perayaan tradisi kota Magetan yaitu Ledug Suro yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan setiap satu tahun sekali menjelang tahun baru Islam. Acara ini digelar sekitar pukul 15.30 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Sebelum diperebutkan, roti bolu rahayu yang ditata sesuai bentuk lesung, bedug, gunung, gong ini dikirab dari pendopo kantor Bupati Magetan menuju kearah barat mengitari Alun-Alun Magetan dan masuk melalui pintu timur alun-alun Magetan. Di sepanjang perjalanan kirab, roti bolu rahayu tersebut dijaga oleh petugas polisi dan satuan polisi pamong praja setempat agat tidak direbut warga sebelum diserahterimakan secara simbolis kepada Bupati Magetan.

Di bawah ini adalah beberapa bentuk dari Roti Bolu Rahayu yang di kirab mengelilingi alun-alun Magetan yang berhasil ane jepret:
Roti Bolu Rahayu berbentuk Gunung
Roti Bolu Rahayu berbentuk Gong
Roti Bolu Rahayu berbentuk  Bedhug
Hasil Bumi Magetan Berbentuk Gunung
Bupati Magetan Sumantri, mengatakan dalam sambutannya, rebutan bolu rahayu pada perayaan Ledug Suro ini, bertujuan untuk bersyukur kepada Tuhan YME atas limpahan rahmat pada satu tahun terakhir dan memohon berkah pada kehidupan di tahun berikutnya. 

Menurut Bupati Sumantri  "Makna dari "ngalub" atau meraih berkah bolu rahayu itu adalah agar pada tahun mendatang kehidupan warga Magetan dan bangsa Indonesia akan lebih baik dan Acara ini sudah merupakan tradisi dan agenda wisata budaya Kabupaten Magetan. Dalam kegiatan ini mewakili semua ciri khas daerah Magetan. Yakni bolu merupakan jajanan khas Magetan, kemudian pakaian yang dikenakan oleh semua petugas yang terlibat mengenakan batik dengan corak pring sedapur yang merupakan batik khas Magetan. Hal ini sekaligus promosi budaya Magetan.

Menurut penjelasan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Magetan, Siran, acara ini diharapkan kedepannya dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Magetan.

Beliau (Siran) menambahkan "Meski acara ledhug dan kirab roti bolu rahayu di Magetan ini belum sebesar acara Suro atau Muharam yang ada di Solo dan Yogyakarta ataupun di Ponorogo, namun setiap acara ini digelar, pasti dipadati oleh warga Magetan dan daerah lain di sekitar Magetan.

Menurut pengakuan Panitia Tradisi Ledug Suro Magetan ini menghabiskan sekitar 20 ribu biji roti bolu. Pembuatannya dilakukan sendiri oleh industri rumah tangga roti bolu yang ada di Kabupaten Magetan dengan waktu persiapan kurang lebih selama satu pekan. 

Kirab roti bolu ini di iringi oleh gamelan, dan seperti aracara kirab biasanya menti ada cucuk lampahnya atau pemimpin rombongan, dan kali ini pimpinan rombongan adalah naga dan monyet, namun sayang ane belum mendapatkan penjelasan mengenai maksud dari hal ini.

Cucuk Lampak Kirab Bolu Rahayu



Para Penabuh Gamelan Kirab Roti Bolu Rahayu

Prajurit Kirab Roti Bolu Rahayu
Pada saat kirab di langsungkan di alun alun untuk menanti datangnya kirab di gelar beberapa perjunjukan diantaranya gelar tari-tarian yang berlangsung sekitar 30 menit.
Gelar Tari menanti Kirab Roti Bolu Rahayu
Gelar Tari Menanti Kirab Roti Bolu


Kirab Memasuki alun-alun Magetan
Nah sob untuk mendapatkan roti bolu rahayu ini tidaklah mudah dikarenakan warga harus berdesak-desakan demi untuk mendapatkan roti bolu rahayu, kendati yang tersisa hanya remah-remah roti bolu rahayu saja warga tetap antusias dan sudah merasa senang. Dibawah ini beberapa poto yang bisa ane ambil di tempat kejadian.

Warga Mencari Roti Bolu Rahayu

Warga Berebut Roti Bolu Rahayu


Warga Berebut Roti Bolu 

Warga Berebut Roti Bolu
Warga Berebut Roti Bolu
Warga Berebut Roti Bolu
Namun ada beberapa pernyataan dari beberapa warga yang menyatakan bahwa Nasib Magetan tergantung Roti Bolu? benarkah demikian ?!

Perlu di garis bawahi maksud dari kegiatan ini adalah merupakan sebuah simbul dan pesan danbahwa warga magetan di harapkan mau bersyukur atas rejeki yang diberikan oleh Allah, dan mau mensyukurinya dengan menshodaqohkan atau berbagi antar sesama manusia, karena memang rejeki itu titipan Allah semata, dan bukan berarti Nasib Magetan tergantung Roti Bolu, ataupun bolunya yang bertuah seperti keyakinan beberapa warga Mageta.

3 komentar:

knjngan mlm genk. mngkin dah trdisi'y genk di tmpn ente heheh..

mari budayakan lagi budaya daerah kita.. :)
betul tuh, sebagai media promosi..

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More