Saturday, February 23, 2013

Asal mula penamaan desa Nglopang Magetan

Go to Magetan| Desa Nglopang adalah salah satu nama desa di Magetan, tepatnya di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. Desa Nglopang ini adalah satu desa di wilayah kabupaten Magetanyang terletah paling selatan dan menjadi batas antara kabupaten Magetan dengan Kabupaten Ponorogo.

Adapun desa Nglopang ini wilayahnya  dibatasi oleh:
Sebelah Barat: Desa Sayutan
Sebela Timur: Desa Lembeyan
Sebelah Utara: Desa Mategal
Sebelah Selatan: Wilayah Ponorogo


Desa Nglopang ini terletak di lereng gunun yaitu gunung Bungkuk. Gunung bungkuk adalah salah satu nama gunung yang ada di wilayah kecamatan Parang. Di sekitar lereng gunung Bungkuk ini banyak terdapat tumbuhan Jambu mente, yaitu pohon yang buahnya menghasilkan kacang mete atau mede, oleh karena itu desa Nglopang ini oleh pemerintah Kabupaten magetan di jadikan tempat produksi makanan yang terbuat dari bahan bakunya jambu mente, yang di kemas sedemikian rupa sehingga layak untuk di pasarkan ke domestik ataupun ke mancanegara.

Menurut cerita pada jaman dahulu di daerah Nglopang ini berbentuk hutan jati, dan pohon jati tersebut tumbuh liar. di dalam Hutan jati tersebut banyak terdapat banyak binatang-binatang buasnya, seperti babi hutan, kera, anjing kijang, dan harimau, sehingga orang takut untuk memasukinya.

Ketika itu datanglah seorangpengembara dari daerah Mataram Jawa Tengah, yang bernama Kreto Semito. Kedatangan Kreto Semito mengembara sampai ke daerah hutan jati itu adalah disebabkan ketidak sepemahaman dengan tindakan keraton Mataram yang saat itu memutuskan untuk bekerja sama dengan penjajah Belanda.

Kreto Semito ini telah berhari-hari berjalan untuk mengadakan perjalanan pengembaraannya hingga sampai di hutan jati ini. Karena mengadakan pengembaraan yang sangat jauh yaitu dari Mataram Jawa Tengah menuju ke daerah hutan jati yang masuk wilayah Jawatimur tentunya Kreto Semito merasa sangat lelah.

Pada saat merasa kelelahan tersebut Kreto Semito berhenti karena melihat sebuah pohon yang berbeda dari pohon yang tumbuh kebanyakan di daerah itu, yaitu  pohon yang disebut dengan Pohon Elo. Pohon elo tersebut pohonnya besar, daunnyapun juga besar, dahanya  (jw.pang-pange) panjang dan lebar ke segala penjuru, membuat pohon itu menjadi rimbun, indah dan membuat suasanya di sekitarnya menjadi sejuk dan nyaman.

Kreto Semito pun berteduh di bawah bohon Elo yang mempunyai dahan besar rindang tersebut. Karena kerindangan pohon yang membuat sejuk dan nyaman, Kreto Semitopun menjadi betah dan krasan. Akhirnya iapun memutuskan untuk tinggal di tempat itu, dan mulai membabad hutan untuk membuka lahan dan tempat tinggal. Setelah tempat itu tertata  dan rumah untuk bermukim juga sudah di buat, maka Kerto Semito menamai tempat itu LOPANG. Kata lopan ini mengambil makna dari pohon LO yang banyak Pang-Pangnya (dahan-dahannya). dan dalam perkembangan jaman kata Lopang ini berubah menjadi NGLOPANG dan menjadilah desa Nglopang dan menjadilah desa Nglopang yang sekarang ini.


Demikianlah asal usul desa Nglopang Magetan

9 komentar:

Asal mula penamaan desa ini sangat simpel, namun karena sesuai dengan peristiwanya, nama NGLOPANG bisa melekat untuk setiap menyebut desa ini. Berbeda dengan pembuatan nama yang direkayasa seperti nama jalan dsb yang kebanyakan tidak bisa melekat menjadi sebutan.

Paling tidak nama itu adalah bagian dari sejarah, jadi bisa menjadi ruh untuk semangat perjuangan dalam membagun desa dan bangsanya, iya kan pak?!

setiap desa pasti mempunyai sejarah sendiri-sendri. seperti desa Ngopang ini..hehehe

saya jadi tau sejarah Desa Nglopang..

Iya soabat, semoga orang yang berasal dari sana membaca dan bisa mengambil hikmah dan mau kembali membangun desanya.

Jejak-jejak pengembara dari Mataram banyak bertebaran di Magetan lereng Timur Gunung Lawu. Dengan susah payah dan semangat yang tinggi mereka babat alas untuk permukiman, pekarangan dan lahan sawah. Sekarang ini daerah Nglopang telah mengalami kemajuan yang cukup baik. Ayo membangun desa. Gemah ripah lohjinawi tata tenteram karta raharja.

Klo bukan anak desa kembali membangun desa, siapa lagi yang harus membangun desa?

Tanks atas info sejarah nya..saya yg berasal dr nglopang baru tahu stelah baca artikel ini..saya tdk tahu mana yg betul..karena berbeda dari yg di ceritakan kakek buyut ku kepada saya...tp paling tidak ini bisa di jadikan perbandingan..trimakasih

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More