Sunday, September 1, 2013

Asal usul desa Sukomoro Magetan

Go to magetan| Menurut cerita sekitar tahun 1697 yang lalu datanglah dua orang lelaki yang bernama Anti dan Gati. Dua orang lelaki Anti dan Gati ini adalah buronan Kompeni Belanda, dan mereka diburu oleh Belanda karena Anti dan Gati ini terus menerus mengobarkan pemberontakan serta mengancam kedudukan Belanda di Jawa Tengah.


Menurut cerita Anti dan Gati tersebut berasal dari daerah Sukowati Jawa Tengah, dan karena mereka menganggap wilayah Jawa Timurlah yang tepat untuk pelarian mereka untuk bersembunyi dari kejaran Kompeni Belanda.

Setelah lama keduanya melakukan perjalanan di dalam pelarian, mereka memutuskan untuk tinggal menetap di suatu tempat yang dianggap aman dan nyaman oleh mereka. Akhirnya mereka mendapatkan tempat yang aman dan nyaman yaitu sebuah hutan, yang sekarang lebih di kenal dengan Desa Sukomoro.

Mulailah di hutan yang dianggap aman tersebut Anti dan Gati mulai membabad hutan untuk pemukiman dan untuk lahan pertanian. Mereka pertama-tama membuat gubuk sederhana untuk dijadikan tempat tinggal dan berteduh dari terpaan angin, dan hujan, serta teriknya matahari.

Dikisahkan pada suatu hari mereka mulai membajak lahan yang mulanya hutan tersebut untuk membuka lahan pertanian. Pada saat membajak hutan tersebut tiba-tiba tanah yang mereka bajak itu keluar airn yang sangat besar, dan karena saking besarnya membentuk aliran sungai, yang saat sekarang aliran sungai itu disebut lebih dikenal dengan Sungai Gawe.

Sungai Gawe tersebut pada akhirnya membelah lahan yang di tempat tinggali oleh Anti dan Gati sehingga membuat tempat mereka terpisah karena dibatasi oleh sungai Gawe tersebut. Karena tanah tempat tinggal mereka terbelah (jw. Kesingget) maka mereka menamai tempat tinggalnya dengan nama Desa Singget. Anti dan Gati pun sampai sekarang dianggap danyang desa Singget. Adapun desa Singget terbagi menjadi beberapa dukuhan, yaitu:
  1. Dukuh Jetis
  2. Dukuh Puntuk Wijil
  3. Dukuh Kandangan
  4. Dukuh Krajan
  5. Dukuh Boncong
  6. Dukuh Randu Agung
  7. Dukuh Robanan
  8. Dukuh Kidul Kali
  9. Dukuh Sukomoro
Selanjutnya desa Singget ini lebih dikenal dengan desa Sukomoro sejak Indonesia merdeka dan terlepas dari penjajahan Belanda pada tahun 1945, namun nama Sukomoro ini belum di akui oleh Pemerintahan Daerah magetan waktu itu.

Pada Tahun 1968 desa Singget mengikuti lomba desa yang di laksanakan oleh Pemerintahan Kabupaten Magetan, dan pada saat itulah desa Singget resmi berubah namanya menjadi Desa Sukomoro dan diresmikan oleh Bupati kepala Daerah Magetan waktu itu.

Adapun Kepala Desa Sukomoro yang pernah menjabat antara lain adalah:
  1. Mbah Kejeng (Ki Demang)
  2. Mbah Ngalim
  3. Mbah Cokro
  4. Mbah Kasi
  5. Mbah Kartosentono
  6. Suparman
  7. M. Djazuli
  8. dan Kepala Desa seterusnya


2 komentar:

Kalu nggak salah sungai yang membelah desa Sukomoro bagian hulunya antara desa Nbaron dan desa Mbandar terus mengalir ke arah timur melintasi desa Pojoksari, Setren,desas Mbancang Sugihwaras belok ke utara desa Tanjung Sepreh,desa Nggulun,terus belok ke timur melintasi desa Pelem mengalir disamping pabrik gula Poerwodadie sampai desa desa wilayah Karangmojo terus ke utara bermuara ke bengawan Madiun dan bermuara ke bengawan Solo sampai ke laut

Post a Comment

Etika Berkomentar di blog ini adalah:
1. No Spam
2. No Pornografi
3. No Gambling
4. Jangan menuliskan alamat url anda di dalam teks komentar

Mohon maaf apabila komentar anda tidak kami tampilkan atau kami hapus karena tidak sesuai dengan peraturan yang kami buat!.terima kasih atas kunjuangannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More